3 “CARDINAL SIGNS” RESEARCH MISCONDUCT yg PANTANG DILAKUKAN PENELITI
Tercengangkah sahabat membaca yang akan terjadi investigasi diatas? cukup mengkhawatirkan bahwa lebih berasal setengah publikasi yang diretraksi tadi diakibatkan sang research misconduct. sudah tahukah teman jenis-jenis research misconduct yg pantang dilakukan oleh peneliti?
mirip yg terlihat di gambar pada bawah, National Science Foundation Amerika perkumpulan mengklasifikasikan research misconduct sebagai 3 jenis, yaitu falsification, fabrication, dan plagiarism. sebagai satu contoh buat research misconduct yg baru saja terjadi merupakan sebuah retraksi publikasi menghebohkan yang dilakukan oleh 2 jurnal kenamaan, yaitu Lancet serta JAMA. ke 2 jurnal tersebut meretraksi sebuah publikasi terkait efektivitas obat anti-malaria, hidroksiklorokuin, pada pengobatan coronavirus disease 19 (COvid-19) sebab kredibilitas datanya dipertanyakan.
Jenis-jenis Research Misconduct.
Jenis Research Misconduct Satu: Falsification
Falsification atau pemalsuan merupakan perubahan atau penghilangan hasil penelitian (data) untuk mendukung klaim, hipotesis, dll. Pemalsuan bisa berupa manipulasi instrumentasi, bahan, atau proses penelitian. dari seorang Chief Editor jurnal, jenis research misconduct ini sangat sulit dideteksi, serta tidak diketahui prevalensi kejadiannyanya. Praktik misconduct ini jua bisa sangat samar, dampak manipulasi sang peneliti atau di tingkat yang lebih rendah, oleh manajer data atau asisten laboratorium yang mencoba menyenangkan atasan mereka.
Jenis Research Misconduct 2: Fabrication
Fabrication artinya konstruksi dan / atau penambahan data, observasi, atau karakterisasi yg tidak pernah terjadi dalam pengumpulan data atau jalannya eksperimen. teman mungkin berpikir bahwa jenis research misconduct ini sangat mengerikan sehingga tidak terdapat yang mau mengambil risiko, namun ternyata tidak. Masih bersumber berasal Chief Editor jurnal sebelumnya, dikatakan bahwa di beberapa kesempatan, mereka mendapatkan isu asal rekan penulis / coauthor atau anggota tim peneliti wacana potensi pemalsuan data.
Jenis Research Misconduct tiga: Plagiarism
Plagiarisme mungkin artinya jenis research misconduct yang paling awam. Peneliti wajib berhati-hati pada mengutip semua asal dan membuat catatan yang cermat. memakai atau merepresentasikan karya orang lain sebagai karya sendiri adalah plagiarisme, meskipun dilakukan secara tidak sengaja. Ini adalah problem yg kompleks dengan zona abu-abu yang luas. dalam bentuknya yg paling dasar dan ekstrim, jenis research misconduct ini bisa berupa menyalin secara kasar tanpa melakukan referensi terhadap goresan pena orang lain. yang lebih umum terjadi, seseorang peneliti melakukan penelitian yang tidak orisinal serta menggunakan kata-kata yang diterbitkan asal orang lain buat menggambarkannya. tak jarang, satu bagian goresan pena, misalnya pendahuluan dan pembahasan, disalin secara utuh.
Semoga goresan pena ini menginspirasi teman buat menghindari segala jenis research misconduct. buat menambah wawasan teman mengenai praktik klinis serta penulisan yang baik, silakan unduh ebook perdeo asal Epidemiologi Indonesia dan mengikuti i-workshop Good Clinical Practice.
Artikel lain :



