
NFT Foto hingga Bak Truk, Ghozali Everyday Ganti Nama Jadi Everywhere
Sultan Al Ghozali atau dikenal Ghozali Everyday mulai menyadari koleksi NFT foto selfie wajahnya bertebaran pada sejumlah lokasi sampai bak truk. Kehadiran foto-foto itu pun membuatnya mengeluarkan canda buat mengganti namanya menjadi Ghozali Everywhere.
Sejak NFT foto selfie Ghozali Everyday terjual hingga Rp1,lima miliar pada OpenSea, nama Ghozali terus dikenal poly orang. Foto wajahnya poly dipajang, mulai di ruang publik menjadi papan iklan, kenaikan pangkat kampus, hiasan belakang truk, hingga surat kabar media asing.
“Mulai sekarang aku bukan Ghozali Everyday lagi, Anda mampu memanggil aku Ghozali Everywhere sekarang lol” kelakar Ghozali lewat akun Twitter pribadinya, Rabu (16/dua).
Sontak beragam reaksi netizen membanjiri cuitan Ghozali itu. Influencer kripto asal Singapura, Irene Zhao jua turut mengomentari cuitanya.
“Tidak di Singapura” komentar Irene sembari menuliskan emoji sedih.
Pada Januari kemudian Ghozali menarik banyak perhatian warganet usai beliau mengunggah foto selfie pada platform OpenSea menjadi aset digital Non Fungible Token (NFT).
Baca Juga : Penjualan Ponsel 5G di RI Diprediksi Naik 2 Kali Lipat Tahun Ini
NFT Ghozali itu lantas banyak dibeli oleh kolektor token, serta terjual hingga miliaran Rupiah.
Beliau mengaku foto yang dikumpulkannya semenjak 2017 silam itu sebetulnya buat dipergunakan menghasilkan animasi timelapse. dia berniat buat menggabungkan foto-foto selama 5 tahun tersebut menjadi sebuah video.
Mahasiswa asal Semarang ini berkata bahwa alasan dirinya upload di marketplace OpenSea ialah karena dia membayangkan foto-foto selfienya dimiliki sang para kolektor NFT.
Pasalnya aset digital NFT yg terdapat pada OpenSea didominasi sang gambar 2D atau 3D yang mengagumkan, sebagai akibatnya tampaknya akan menjadi lucu Bila fotonya menjadi keliru satu bagian berasal hal tersebut.
Beliau mengatakan mulai mengunggah swafoto ke OpenSea di awal Desember 2021, tetapi baru mempromosikan karyanya tadi pada beberapa hari terakhir.
Menurut Ghozali, awal mula popularitas karyanya naik dipicu sang kenaikan pangkat yang dilakukan oleh komunitas NFT Indonesia, disertai dengan sejumlah pembelian oleh famili serta beberapa figur terkenal.



