
Samsung Tunda Pengiriman Produk ke Rusia Imbas Invasi Ukraina
Samsung Electronics Co Ltd menahan pengiriman produk-produknya ke Rusia dampak ketegangan geopolitik yg terjadi dengan Ukraina saat ini. Langkah tadi sebelumnya diterapkan perusahaan teknologi lain, seperti Apple.
sebagai penghasil memori chip serta gawai pandai terbesar pada dunia, Samsung menjadi pemimpin pasar di Rusia. planning penundaan pengiriman produk ke Rusia disampaikan lewat informasi resmi.
“Dikarenakan ketika ini terjadi ketegangan geopolitik, pengiriman ke Rusia kami tunda,” tulis Samsung seperti dikutip dari AFP, Sabtu (lima/3).
Namun, perusahaan raksasa ponsel pandai berasal Korea Selatan menyatakan bakal terus memperbarui perkembangan keadaan pada Rusia serta Ukrain guna merogoh keputusan.
Keputusan tadi keluar setelah pemerintah negara pada Barat, organisasi olahraga, hingga perusahaan akbar menghukum Rusia dengan memberikan sanksi. Hal ini lantas membuat banyak gangguan yg terjadi secara global.
Baca Juga : Spesifikasi ‘Pesawat Kiamat’ Anti-Nuklir Milik Amerika Serikat
Samsung sendiri diketahui menguasai pangsa pasar gawai dan ponsel pandai di Rusia sampai 30 persen atau setara 4 persen laba dari perusahaan ponsel pintar pada dunia.
Selain ponsel pintar, penjualan semikonduktor di Rusia pula dilakukan oleh Samsung menggunakan nilai yang terbilang mungil yakni 1 % asal laba perusahaan.
Di sisi lain, Korea Selatan adalah sekutu Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS telah lebih dulu menjatuhkan sanksi bahkan sebelum Rusia menginvasi Ukraina pada Kamis (24/2) kemudian. AS dikabarkan telah memblokir transaksi keuangan dengan perbankan Rusia.
Samsung pula dikabarkan mendonasikan US$6 juta atau setara Rp86,29 miliar (kurs Rp14.383 per dolar), termasuk US$1 juta buat kontribusi buat pekerja. Ini dilakukan guna mendukung upaya kemanusiaan.



