
UMA Angkat Potensi Minyak Atsiri Indonesia dan Peran Ilmu Pertanian di Panggung Global
Program Studi Doktor Ilmu Pertanian dan Magister Agribisnis Universitas Medan Area (UMA) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Minyak Atsiri Indonesia: Peluang Emas dalam Rantai Nilai Global dan Peran Ilmu Pertanian dalam Mendorong Transformasi”. Kegiatan ini menutup rangkaian akademik semester genap tahun ajaran 2024/2025.

Tim penyelenggara melaksanakan kegiatan ini secara hybrid pada Sabtu, 26 Juli 2025 pukul 14.00 WIB. Pusat kegiatan berada di Gedung Doktor Ilmu Pertanian UMA, sementara jalur daring berlangsung melalui platform Zoom Meeting.
Mahasiswa Berpartisipasi Aktif dalam Kuliah Umum
Kuliah umum ini menarik minat besar dari sivitas akademika UMA. Mahasiswa dari berbagai jenjang, mulai dari Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan selama sesi interaktif berlangsung.

Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan tiga narasumber utama:
Dr. Elly Sufriadi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh,
Dr. Demitria Dewi dari Institut Pertanian Bogor (IPB),
Dr. Theodora, alumni Program Doktor Ilmu Pertanian UMA.
Ketiganya memaparkan potensi besar minyak atsiri Indonesia di pasar global. Mereka juga menjelaskan berbagai tantangan dalam proses hilirisasi serta menekankan pentingnya peran ilmu pertanian dalam mendorong inovasi berkelanjutan.
Mendorong Kolaborasi Akademik dan Industri
Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Pertanian UMA menegaskan bahwa kuliah umum ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap komoditas strategis nasional. Selain itu, acara ini juga mempertemukan dunia akademik dengan pelaku industri, guna membangun jejaring kolaboratif yang saling mendukung.

Lebih dari sekadar forum ilmiah, kuliah umum ini mendorong diskusi strategis mengenai kontribusi perguruan tinggi dalam mengangkat komoditas unggulan Indonesia. Dengan cara ini, UMA ingin memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.



