
Dosen dan Mahasiswa UMA Gelar Edukasi Gizi dan Pertanian Berkelanjutan di STM Hilir
Dosen dari berbagai bidang keilmuan Universitas Medan Area (UMA) bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester lima menggelar workshop dan sosialisasi. Kegiatan ini berlangsung di Desa Rambai, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Mereka mengangkat tema “Tanam Sendiri, Sehat Sendiri” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi pangan dan pertanian berkelanjutan.

Agnita Yolanda, B.Comm, M.Sc, dosen Ilmu Komunikasi UMA, menjelaskan masalah gizi yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. “Sebanyak 23 juta masyarakat Indonesia setiap hari tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi seimbang,” ungkapnya pada Jumat (27/12) di Medan. Ia juga menyoroti persoalan kesehatan lain seperti stunting, obesitas, dan penyakit akibat pola makan kurang sehat.

Khairunnisah Lubis, S.Sos, M.I.Pol, dosen UMA lainnya, menyoroti peran pertanian berkelanjutan sebagai solusi. “Pertanian lokal menyediakan pangan segar, mendukung kesehatan lingkungan, dan menciptakan ruang hijau yang bermanfaat bagi masyarakat desa,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan tujuan sistem ini. “Kami ingin mengurangi dampak lingkungan, menjaga produktivitas, meningkatkan pendapatan petani, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat desa,” katanya. Program ini juga mendorong pengembangan pertanian lokal agar lebih maju dan mandiri.

Kegiatan ini berupaya menghidupkan kembali aktivitas pertanian di Desa Rambai. Pendekatan partisipatif melibatkan masyarakat lokal dan pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program. Saipul Sitohang Sibuea, SP., M.Si, serta Indra Hermawan, ST., MT., turut memberikan kontribusi dalam kegiatan ini. Kolaborasi mereka mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat setempat.



