
Google Matikan Sementara Info Lalu Lintas Ukraina Saat Invasi Rusia
Google menonaktifkan sementara informasi tentang kondisi lalu lintas di Ukraina di layanan Google Maps. Hal ini menyusul laporan orang-orang di seluruh global yg memakai layanan tersebut buat melacak konvoi pasukan dan warga sipil selama pencaplokan Rusia.
Data lalu lintas langsung Google Maps bekerja menggabungkan berita lokasi serta kecepatan dari ponsel cerdas ke software kemudian menggunakannya buat menunjukkan secara real-time seberapa padat syarat kemudian lintas di daerah-kawasan tertentu, atau seberapa sibuk area tadi secara keseluruhan.
Namun, ketika Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan agresi ke Ukraina semenjak pekan kemudian, beberapa pengguna menyadari fitur tadi jua dapat dipergunakan sebagai sumber terbuka mengenai eksistensi operasi militer.
“Saya pikir kami artinya orang pertama yang melihat pencaplokan. dan kami melihatnya di aplikasi kemudian lintas yang tidak biasa terjadi di lebih kurang kota perbatasan Rusia Belgorod,” kata Jeffrey Lewis, ahli intelijen asal terbuka dan profesor pada Middlebury Institute mengutip Vice, Selasa (1/3).
Ini hanya beberapa jam usai Putin mendeklarasikan operasi militer khusus di wilayah Donbas, Ukraina timur, sebagai pertanda pencaplokan dimulai.
Namun penumpukan lalu lintas yg dipandang Lewis pada Google Maps berada pada seberang perbatasan dari wilayah tidak sama di Ukraina, pada utara Kharkiv, serta perlahan meluas ke perbatasan sebelum menghilang.
Baca Juga : Kabel Optik Bawah Laut 3.400 Km Dibangun di RI, Berikut Wilayahnya
Tidak kentara kapan tepatnya Google menonaktifkan data kemudian lintas pribadi di software Google Maps.
Perusahaan sejauh ini menolak berkomentar tentang apa yang secara khusus mendorong langkah tadi, atau apakah mereka pernah melakukan hal serupa buat konflik pada masa lalu pada tempat tidak selaras.
Google hanya mengatakan mengambil tindakan untuk keselamatan komunitas lokal Ukraina sehabis berkonsultasi dengan asal termasuk otoritas regional.
Pengumuman Google ini datang hanya sehari usai pemerintah Ukraina meminta seluruh organisasi jalan, komunitas teritorial, dan otoritas lokal segera mulai membongkar rambu-rambu jalan.
“Membongkar rambu-rambu jalan di seluruh jalan negara. Prioritas #1 – indikator, nama pemukiman. Rambu-rambu yang dikumpulkan diserahkan pada otoritas lokal serta petugas jalan,” istilah Ukravtodor, badan pemerintah yang bertanggung jawab atas sistem jalan nasional Ukraina, menulis dalam sebuah posting Facebook.
Para ahli sebelumnya sudah menandai potensi data Google dieksploitasi dengan menyerang pasukan Rusia, yg secara teoritis dapat menggunakan fungsi kemudian lintas Maps untuk memantau pasukan Ukraina dan memperhatikan ketika mereka bergerak, mengutip Futurism.
“Aku pikir perusahaan data besar seringkali tidak ingin menghadapi secara langsung betapa bergunanya data mereka,” istilah Lewis.



