Jenis-Jenis Koordinasi
1. Koordinasi internal
Internal coordination meliputi seluruh proses kerja sama antara posisi eksekutif, manajer, divisi, departemen, dan seluruh staf di dalam perusahaan.
Koordinasi internal ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu koordinasi vertikal dan horizontal.
Sesuai namanya, vertical coordination adalah integrasi pekerjaan yang dilakukan antara pemegang jabatan yang tinggi dengan anggotanya.
Misalnya, seorang sales manager berkoordinasi dengan staf sales. Setelah itu, mereka akan melaporkan hasil pekerjaan kepada atasannya, yaitu sales supervisor.
Sementara, horizontal coordination dilakukan antara karyawan yang memegang posisi yang sama. Misalnya, kerja sama di antara para head departement atau satu karyawan dengan rekan kerjanya satu tim.
2. Koordinasi eksternal
Sebaliknya, external coordination terjadi antara perusahaan dengan para publik eksternalnya.
Hal ini dilakukan untuk memahami lebih dalam kebutuhan setiap publik eksternalnya sehingga bisa memperbaiki kerja sama yang terjalin.
Dikarenakan banyaknya pihak eksternal yang perlu diperhatikan, biasanya perusahaan memiliki seorang public relations officer untuk menangani koordinasi eksternal ini.
Contoh pihak eksternal di antaranya adalah pemerintah, institusi keuangan, mitra, marketing agency, dan lain-lain.
artikel lain :



