Jenis Masker yang beredar di masyarakat
Saat ini dianjurkan untuk memakai masker Covid 19 dobel untuk mencegah ganasnya virus Delta
Penggunaan masker Covid 19 saat ini dianjurkan agar didobel supaya lebih aman. Ini lantaran pandemi Covid 19 di Indonesia makin menjadi-jadi. Jumlah kasus positif malah menunjukkan grafik yang meningkat. Virus Corona yang menjadi biag keroknya seakan semakin menunjukkan keganasannya.
Salah satunya virus varian Delta yang mendadak terkenal karena menjadi sumber penyebab meningginya jumlah yang tertular Covid 19. Disebutkan virus lebih mudah menularkan hingga 10x dibandingkan varian pertama Covid 19.
Hingga akhirnya muncul anjuran dari Satgas Covid 19 untuk menggunakan masker tidak cukup hanya 1, tapi 2 lapis. Dianjurkan untuk memakai masker medis yang dilapisi dengan masker kain. Tujuannya untuk lebih mampu menyaring kuman, virus atau partikel berbahaya lainnya. Atau bisa juga cukup menggunakan 1 lapis masker namun harus jenis masker N95.
7 Jenis Masker Yang Ada Saat Ini
Memang penting untuk memerhatikan jenis masker yang digunakan. Karena ada berbagai jenis masker yang memiliki kemampuan berbeda dalam melindungi mulut dan hidung. Masker Covid 19 jenis apa mana yang Lalu mana yang bisa mencegah dari virus corona?
- Masker Buff
Masker jenis ini banyak dijual di penjual pinggir jalan. Harga satuannya pun relatif murah, sekitar Rp10 ribu. Masker buff ini sering dipakai oleh para pengendara motor. Masker jenis ini terbuat dari bahan kain dan mudah dicuci dan bisa dipakai berulang kali. Tapi, masker buff hanya bisa mencegah debu berukuran besar. Jadi tidak efektif untuk menghalau partikel atau zat polutan yang ukurannya sangat kecil, apalagi menghalau virus. Selain itu jika cara mencucinya tidak benar, masker kain akan berisiko menjadi sarang bakteri yang justru membuat bisa terserang penyakit.

- Masker Kain
Masker jenis ini juga bisa digunakan untuk menghindari polusi. Masker kain biasanya dipakai oleh para pejalan kaki di jalan atau di kendaraan transportasi (bus, kereta, dll). Belakangannya juga digunakan banyak orang sebagai masker Covid 19.
Masker kain desainnya lebih sederhana mirip dengan masker medis, atau ada juga bentuk masker lainnya. Masker ini mudah didapatkan dan banyak dijual bebas. Kemampuan masker jenis ini hanya mampu menyaring partikel besar 30% — 40%. Menggunakan masker kain jenis ini juga bisa dicuci dan dipakai kembali.

- Masker Medis
Sesuai namanya, masker medis biasa digunakan dokter atau perawat yang melakukan operasi di rumah sakit. Berbeda dengan masker kain yang banyak digunakan untuk menghindari polusi, fungsi dari masker medis lebih untuk menghambat penyebaran infeksi, bukan penyaring udara. Bahkan ada yang menyebutkan masker medis sebenarnya tidak cukup efektif menangkal polusi. Masker ini disebut tidak mampu menghalau kimia, gas, atau uap.
Belakangan masker medis menjadi salah satu masker yang diandalkan untuk mencegah penularan Covid 19. Asalkan penggunaannya harus benar, yaitu harus menutup seluruh area hidung dan dagu, jika tidak debu masih bisa masuk ke hidung dan mulut. Penggunaan masker ini hanya sekali pakai dan tidak boleh terlalu lama.
Karena fungsinya lebih untuk mencegah infeksi, masker medis merupakan jenis masker yang paling tepat untuk mencegah penularan virus corona. Masker Covid 19 jenis ini pun efektif menghadang tetesan partikel berukuran besar serta percikan yang berasal dari mulut dan hidung pemakainya, sehingga dapat mengurangi paparan air liur dan sekresi pernapasannya kepada orang lain.

- Masker Elektrik/Exkhaust
Masker elektrik adalah jenis masker yang menggunakan tenaga baterai dan dilengkapi dengan filter kipas untuk melancarkan sirkulasi udara. Itulah mengapa masker ini cukup nyaman digunakan, karena tidak menyebabkan gerah pada area mulut.
Kemampuan masker elektrik ini juga cukup baik dalam menghalau debu. Kekurangan dari masker elektrik ini adalah filternya yang harus diganti. Karena filternya ini menjadi penyaring partikel kotor dari luar. Dan harga filternya terbilang relatif tidak murah, yaitu sekitar Rp 150 ribu. Selain itu masker juga harus selalu diisi dayanya agar kipas bisa berfungsi. Namun beberapa pakar kesehatan menilai masker elektrik yang didesain dengan lubang filter, justru tidak aman untuk mencegah virus Corona.

- Masker R95, R99, R100
Masker jenis R95, R99, dan R100 ini mampu menahan dengan polutan berjenis minyak. Ini sesuai dengan kode huruf R (Resistant oil). Biasanya digunakan di lingkungan yang terdapat polutan mengandung aerosol minyak seperti di area kabut asap pembakaran batu bara, gas alam ataupun minyak bumi.

Adapun kode dari jenis masker ini menunjukkan kemampuan menangkal polutan. Masker R95 mampu menyaring zat polutan aerosol minyak sampai 95%, masker R99 hingga 99% dan R100 sanggup menyaring partikel hingga 99.97%. Ketiga jenis masker ini bisa digunakan dengan durasi efektif hingga 8 jam. Karena masker ini untuk kondisi tertentu, maka lebih sulit didapat dibanding masker tipe lainnya.
- Masker P95, P99, P100
Masker jenis ini juga tahan terhadap zat polutan dengan kandungan minyak. Dimana huruf P pada kode memiliki arti Oil Proof. Tapi selain itu juga efektif menghalau partikel kecil di udara. Penggunaan masker P95, P99 dan P100 ini bisa lebih lama, tidak boleh lebih dari 40 jam atau penggunaan hingga 30 hari.

- Masker N95, N99, N100
Masker N95 belakangan banyak dicari karena disebut efektif untuk mencegah infeksi virus corona. Dikutip dari jurnal National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine, masker medis dan masker N95 cukup layak digunakan untuk mencegah penularan virus.
Sesuai namanya, masker Covid 19 jenis N95 didesain untuk mencegah 95 persen partikel baik besar, kecil maupun halus (hingga 0.3 mikron), termasuk yang mengandung virus di udara, asalkan dipakai dengan tepat.

Jika menggunakan masker N95 dengan benar, hidung dan mulut akan tertutupi rapat sehingga tidak ada celah udara yang masuk. Itulah yang membuat masker ini dianggap tidak nyaman karena terlalu ketat sehingga membuat sulit bernafas. Penggunaan masker ini harus segera diganti kalau masker rusak, basah, ataupun kotor. Idealnya memakai masker ini selama 8 jam dan harus diganti, selain itu juga harus sekali pakai.
Selain N95, ada juga masker sejenis lainnya yaitu masker N99, N100. Kedua jenis masker memiliki efektifitas dalam menyaring polutan lebih baik dari masker N95. Sesuai kodenya, masker N99 mampu menyaring polutan hingga 99%.
Masker N100 lebih bagus lagi, dapat menahan partikel PM2.5 hingga 99.97%. Tapi, masker N99 dan N100lebih susah didapatkan dibanding N95. Selain itu harganya pun lebih mahal. Kelemahan dari masker N95, 99, N100 adalah tidak tahan terhadap polutan yang mengandung minyak. Di mana huruf N dari kode N95 memiliki arti not oil resistant atau tidak tahan minyak.
Baca juga : https://bakri.uma.ac.id/beda-coin-dan-token-crypto/



