Mengenal Fenomena Perigee Terkait Banjir Rob Semarang
Banjir rob yg menggenangi pemukiman pada sekitar pesisir bahari Semarang, Jawa Tengah dipengaruhi fenomena Perigee berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Perigee ialah syarat jarak terdekat Bulan dengan Bumi.
Bulan bisa berada mendekati atau menjauhi Bumi karena orbitnya tidak bundar tepat melainkan elips. Selama rute Bulan berada dekat Bumi diklaim Perigee, sedangkan rute menjauhi dianggap Apogee.
Kata Perigee tak jarang keliru dengan Supermoon. Dilansir Britannica, Supermoon artinya sebutan ketika penampakan Bulan Purnama semasa Perigee.
Bulan dikatakan umumnya kurang lebih 12 % atau kurang lebih 43.000 km lebih dekat ke Bumi saat Perigee daripada Apogee. dalam kondisi ini Bulan Purnama pada Perigee (Supermoon) sebagai lebih terperinci 25 % dibanding Apogee.
Richard Nolle, pencetus istilah Supermoon pada 1979 mengungkapkan Supermoon di Perigee bisa menyebabkan cuaca jelek dan gempa di Bumi, namun korelasi antara keduanya belum ditemukan.
Ocean Service menjelaskan tarikan gravitasi Bulan paling bertenaga ketika Perigee. Selama periode tadi akan terjadi peningkatan kisaran rata-homogen pasang surut.
Kemudian kurang lebih 14 hari setelah Perigee, Bulan mencapai Apogee yang tarikan gravitasi bulan paling lemah.
Ketika Bulan Purnama terjadi pada Perigee atau Supermoon, yang umumnya terjadi antara 6-8 kali setiap tahun, bakal memengaruhi pasang surut di bagian atas Bumi yang paling dekat dengan posisi Bulan.
Baca Juga : Pakar Metaverse Sindir Produk NFT Tak Cuma Selfie
Di kawasan seperti Anchorage, Alaska, yg punya jeda pasang surut lebih asal 10 meter, mampu semakin tinggi hingga 1 meter ketika Supermoon.
Selain soal posisi Bulan, ada faktor-faktor lain jua yg menghipnotis ketinggian air pasang. contohnya, dampak musiman pada ketinggian air homogen-homogen serta pasang surut, mirip permukaan air yang lebih tinggi karena perluasan termal air yg lebih hangat.
BMKG sebelumnya menyebutkan sudah merilis isu sejak 13 Mei 2022 terkait potensi banjir pesisir di beberapa daerah Indonesia bersamaan adanya fase Bulan Purnama serta syarat Perigee.
BMKG juga memprediksi banjir rob di sebagian utara Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dapat berlangsung sampai 25 Mei 2022.
Saat ini, wilayah yang tergenang banjir rob ialah pesisir Pantai Tegal, Wonokerto-Pekalongan, Pantai Sari-Pekalongan, Pantai batang, serta Pantai Tawang Kendal.
Selain itu, kondisi banjir rob pula terjadi pada Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jalan Raya Genuk Semarang-Demak, Pantai Karang tengah Demak, Pantai Rembang, dan pesisir Jawa Timur.
“Selain faktor curah hujan pada beberapa wilayah, gelombang tinggi pada laut Jawa yang mencapai 1,25 – 2,5 meter jua memberikan akibat terhadap peningkatan banjir rob di wilayah tadi,” istilah kepala pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo.
“Ketinggian banjir pesisir tidak sama di tiap daerah. tetapi demikian, syarat ini secara awam bisa merusak aktivitas keseharian rakyat di kurang lebih pelabuhan serta pesisir, mirip kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas pada pemukiman pesisir, serta kegiatan tambak garam serta perikanan darat,” lanjutnya.



