
Peneliti Temukan Mikroorganisme Tanda Kehidupan di Luar Bumi
Mikroorganisme yg hidup pada lempengan akbar dasar laut kuno pada Teluk Persia diklaim bisa memberikan petunjuk terkait kehidupan di planet lain.
Para peneliti asal Arizona State University menyelidiki wilayah Samail Ophiolite yg terletak pada lepas pantai Oman. Lempengan akbar kerak samudera ini terbuat dari batuan vulkanik serta batuan ultrabasa berasal mantel atas bumi.
Batuan ini memberikan proses geologi yang unik yang dianggap serpentinisasi. pada proses ini, air bereaksi menggunakan batu buat membentuk gas hidrogen yg dioksidasi oleh mikroorganisme.
“Dipercaya bahwa proses seperti serpentinisasi mungkin terdapat di semua alam semesta, serta bukti telah ditemukan bahwa itu mungkin terjadi di bulan Jupiter Europa dan bulan Saturnus Enceladus,” ujar penulis utama studi Alta Howells mirip dikutip Space, Jumat (13/5).
Para peneliti menelaah mikroorganisme yg dikenal menjadi metanogen. Mikroorganisme ini membuat metana dengan mengoksidasi gas hidrogen dengan karbon dioksida. Organisme ini adalah bentuk kehidupan sederhana yg kemungkinan berevolusi lebih awal di Bumi.
Baca Juga : Immersive View di Google Maps Buat Pengguna Seperti dalam Video Game
Dengan menelaah keanekaragaman hayati ekosistem yg diinangi serpentinisasi bisa membantu para peneliti lebih memahami kemungkinan kehidupan pada planet lain. Peneliti jua bisa berbagi instrumen yg bisa mendeteksi kehidupan di global bahari luar Bumi.
Analisis cairan serpentinisasi yang terdapat pada Samail Ophiolite mengungkapkan bahwa metanogen mungkin tidak didukung di semua ekosistem tempat serpentinisasi terjadi. sebaliknya, organisme yang mengurangi sulfat buat energi mungkin lazim. namun, organisme ini tidak membentuk metana.
Para peneliti mengatakan wawasan ini akan terbukti membantu menyebarkan instrumentasi yg sempurna buat mencari kehidupan pada luar Bumi.
“Kebutuhan tenaga sangat mendasar bagi semua kehidupan pada Bumi. Bila kita bisa membuatkan model sederhana menggunakan pasokan energi menjadi parameter buat memprediksi peristiwa dan kegiatan kehidupan di Bumi, kita bisa menerapkan model ini dalam studi global bahari lainnya,” kata Howells.



