penyebab umum terjadinya inflasi
Berikut ini sejumlah penyebab umum terjadinya inflasi. Dengan mengetahui penyebabnya, kita juga bisa tahu cara mengatasi inflasi.
1. Terjadinya Pertumbuhan Ekonomi
Pada negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran menurun dan upah naik. Otomatis, banyak orang yang daya belinya pun meningkat dan mampu mengonsumsi barang tersier.
Permintaan yang tinggi ini, menyebabkan harga naik. Pada gilirannya nanti menyebabkan lebih banyak lapangan pekerjaan untuk memenuhi permintaan tinggi tersebut.
Dalam konteks ini, inflasi dianggap sebagai hal positif. Namun, suatu negara perlu mengendalikan agar tingkat inflasi tidak terlalu tinggi.
2. Meningkatnya Jumlah Peredaran Uang
Jika peredaran uang meningkat, melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi, tentu akan terjadi inflasi. Dengan lebih banyak peredaran uang, permintaan akan meningkat dan harga pun meroket.
Itulah sebabnya Bank Indonesia tidak bisa sembarangan mencetak uang baru. Hal ini untuk menjaga tingkat inflasi berada di angka yang sehat.
3. Kebijakan Pemerintah
Jika pemerintah memberlakukan peraturan atau tarif baru yang lebih mahal, modal yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli bahan baku dan biaya operasional jadi lebih tinggi.
Misalnya kenaikan tarif listrik untuk industri atau harga bahan bakar meningkat berdasarkan kebijakan pemerintah, biaya operasional industri otomatis meningkat.
Perusahaan pun membebankan biaya lebih tinggi kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga. Inilah yang menyebabkan terjadinya cost-push inflation.
4. Pengelolaan Utang Negara
Saat utang negara sedang meroket, salah satu solusi pemerintah, yakni dengan menaikkan pajak untuk melakukan pembayaran utang.
Pemungutan pajak yang tinggi terhadap perusahaan, akan membuat perusahaan membebankan kenaikan harga kepada konsumen. Ini juga yang menyebabkan terjadinya cost-push inflation.
5. Perubahan Nilai Tukar
Ketika nilai rupiah turun dalam kaitannya dengan mata uang asing, rupiah memiliki daya beli lebih kecil. Produk impor yang masuk ke Indonesia menjadi lebih mahal untuk dibeli.
Menipisnya cadangan devisa juga menjadi faktor utama menurunnya nilai rupiah. Untuk menguatkan cadangan devisa, perlu meningkatkan ekspor ketimbang impor.
Artikel lain :



