
Pertemuan dan Pengarahan Pustakawan Outsourcing PT. KAS dan PT. DARA Indonesia
Biro Perencanaan Sumber Daya Manusia dan Karir (BARAKA) Universitas Medan Area (UMA) secara resmi menyerahkan sejumlah pustakawan baru kepada Pusat Perpustakaan Universitas (PPU) UMA. Penyerahan berlangsung dalam sebuah pertemuan pada Selasa, 13 Mei 2025.

Pertemuan ini berlangsung di Ruang Serbaguna PPU UMA. BARAKA menyelenggarakan kegiatan ini untuk memperkenalkan para pustakawan baru secara langsung. Selain itu, mereka memberikan pengarahan mengenai etos kerja dan sinergi yang harus terjalin antar unit di lingkungan UMA.

Sebagai bentuk dukungan kelembagaan, Kepala BARAKA UMA, Bapak Sulhana Perdana Putra Lubis, SE, menghadiri acara tersebut. Kepala PPU UMA, Bapak Muhammad Muslim Nasution, S.Pd.I, M.Hum, juga turut hadir dan memberikan arahan. Kehadiran dua pimpinan ini memperkuat posisi strategis perpustakaan dalam pengembangan SDM UMA.

Pada sesi pengarahan, Bapak Sulhana menekankan pentingnya kerjasama yang solid antar pustakawan. Ia juga membahas nilai-nilai akhlak yang harus menjadi landasan dalam menjalankan tugas. BARAKA mendorong para pustakawan untuk bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi moralitas. Hal ini sejalan dengan komitmen UMA dalam membina SDM yang unggul.

Selanjutnya, Bapak Muhammad Muslim memaparkan pentingnya kolaborasi antara PPU dan BARAKA. Ia menjelaskan visi dan misi PPU sebagai bagian integral dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, pustakawan memegang peran penting dalam menunjang kualitas pendidikan dan penelitian.

Untuk memperkuat hal tersebut, PPU terus membangun sinergi bersama BARAKA. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan mutu layanan dan pengembangan kapasitas pustakawan.
Dengan berlangsungnya pertemuan ini, UMA menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan peran perpustakaan sebagai pusat informasi dan ilmu pengetahuan. PPU UMA kini diperkuat oleh pustakawan yang kompeten dan berkomitmen tinggi. Kolaborasi antar unit yang solid diharapkan mampu mendorong layanan perpustakaan yang lebih optimal bagi seluruh civitas akademika.



