
Picu Banyak Kerugian, Binomo Masuk 4 Besar Aplikasi Finansial 2021
Platform judi online berkedok trading Binomo masuk pada empat besar aplikasi finansial paling banyak diunggah alias download di Indonesia sepanjang 2021.
Hal itu sesuai laporan data.ai, sebuah perusahaan yg membuatkan teknologi kecerdasan artifisial buat analisis pasar.
Dalam laporan itu, Binomo berada di urutan keempat di aplikasi finansial terbanyak di-download di Indonesia. Urutan pertama dipegang oleh DANA, aplikasi penyedia layanan pinjaman online (pinjol); urutan kedua perangkat lunak bank digital NEO:BNC; serta ketiga aplikasi BRI Mobile.
Sementara, software trading online yang legal serta terdaftar pada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yaitu Indodax berada pada posisi 10.
Meski demikian, ramainya warganet mengunggah Binomo itu terjadi ketika perkara hukumnya belum mencuat. Awal Februari lalu, delapan korban mulai melapor ke Bareskrim Polisi Republik Indonesia.
Usai kasusnya membesar, sesuai pantauan CNNIndonesia.com, Selasa (19/4) pagi, perangkat lunak Binomo sudah tidak lagi ada di toko software Play Store maupun App Store dan bahkan diduga berganti nama.
Pengguna Twitter @erlanggacor memberikan tangkapan layar App Store yg menunjukkan perangkat lunak bernama ‘Stock Broker’. Logo perangkat lunak itu jua terlihat menyerupai logo Binomo.
Baca Juga : Waspada Aplikasi Trojan Fakecall Tiru Suara Sales Marketing Bank
Diketahui, Bappebti dilaporkan telah memblokir 1.222 situs web Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) sepanjang 2021. Hasilnya, terdapat 92 domain binary opsi yg diblokir di antaranya Binomo, IQ Option, Olymptrade, Quotex serta platform lain sejenisnya.
Bappebti juga memblokir 336 robot trading seperti Net89/SmartX, Auto Trade Gold, Viral Blast, Raibot Look, DNA Pro, EA 50, Sparta, Fin888, Fsp Akademi Pro serta perusahaan lainnya.
Platform judi berkedok investasi itu jua menyeret sejumlah nama YouTuber serta influencer populer mirip Indra Kesuma alias Indra Kenz yang dilaporkan oleh puluhan korban menggunakan kerugian setidaknya Rp25,6 miliar.
Kepolisian menyita aset Indra Kenz senilai Rp55 miliar dalam masalah judi online, pembersihan uang, sampai pelanggaran UU gosip dan Transaksi elektronik (ITE). Total kekayaan yang disita itu asal berasal pemain atau korban yang memakai Binomo.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi spesifik (Dittipideksus) Whisnu Hermawan mengatakan pihaknya sampai saat ini masih mendapatkan laporan asal masyarakat melalui call center yang sudah disediakan.
“Kami sudah mendapatkan 500 laporan lewat hotline, yang (melaporkan) pribadi terdapat 30 orang kami terima lagi,” jelasnya.
Polisi berkata Indra mempunyai keterkaitan pribadi menggunakan Binomo. beliau direkrut buat sebagai affiliator serta mempopulerkan aplikasi investasi bodong. sementara, pemiliknya, yang adalah rakyat negara asing yg ada di luar negeri, masih pada buruan polisi.



