Quiet Quitting dari Sisi Perusahaan
Quiet Quitting dari Sisi Perusahaan
Jika para pekerja mulai menerapkan prinsip quite quitting, mungkin beberapa perusahaan akan menganggapnya sebagai “red flag”. Sebab, para pekerjanya tidak memberikan seluruh tenaga dan upayanya untuk perkembangan perusahaan.
Namun, tentu para pekerja tidak akan berbuat demikian bila perusahaan mendukung mereka sepenuhnya dalam pekerjaan. Baik itu berupa gaji yang sesuai, pelatihan untuk pengembangan diri, fasilitas yang memadai, hingga reward atau penghargaan atas hasil kerja mereka.
Perusahaan harus memahami kebutuhan dan keadaan para pekerjanya, dengan begitu mereka akan memberikan kontribusi yang sepadan untuk perusahaan. Maka dari itu, tidak hanya para pekerja saja yang harus mempunyai strategi kerja agar mampu bertahan, namun perusahaan pun juga juga harus mempertimbangkan bagaimana cara menciptakan lingkungan dan work flow yang tepat bagi bisnis maupun karyawannya.
Nah, itulah penjelasan singkat mengenai quiet quitting yang saat ini ramai diperbincangkan oleh banyak orang. Intinya, baik pekerja maupun perusahaan harus mempunyai satu pemikiran dan tujuan yang sama agar tercipta sistem kerja yang baik.Ingin tahu informasi terkini lainnya seputar karir?
#Lowongan Kerja di Medan
artikel lain :



