Saxophone
Alat musik Saxophone adalah alat musik tiup yang terbuat dari logam, yang pertama kali di ciptakan oleh seorang pemain musik asal Belgia yang bernama Adolph Sax. Alat musik saxophone termasuk dalam keluarga woodwind dan sumber suaranya adalah reed, dalam hal sumber suara, saxophone menggunakan single reed, sedangkan alat musik woodwind yang lainnya seperti oboe menggunakan double reed, dan flute tidak memakai reedSaxophone mulai populer di kalangan musisi dunia ketika mulai memasuki tahun 1900-an. Semakin populer ketika memasuki tahun 1920-1930-an karena saxophone mulai digunakan oleh musisi jazz pada saat itu.
Di kota Bandung sendiri alat musik saxophone sudah cukup dikenal di masyarakat, kebanyakan masyarakat awam menyebutnya “terompet” sebenarnya saxophone berbeda dengan terompet. Umumnya saxophone hanya dikenal pada kalangan akademisi musik seperti di tempat Kursus Musik, Sekolah Menengah Kejuruan Seni, Perguruan Tinggi Seni. Untuk dikalangan masyarakat umum saxophone terkenal melalui kalangan musisi. Di kota Bandung sendiri sudah ada komunitas alat musik saxophone yaitu Bandung Saxophonist Community yang berdiri sekitar tahun 2014 akhir, selain di kota Bandung, beberapa komunitas saxophone juga ada di kota Jakarta, Serang, Semarang, dan Yogyakarta, bahkan hampir seluruh kota besar di Indonesia ada komunitas saxophone. Seiring dengan perkembangan musik di kota Bandung, alat musik saxophone rata-rata dibutuhkan dalam pertunjukan musik, baik itu musik Jazz, Pop, Reggae, Ska, BigBand, dan berbagai aliran musik sampai alat musik saxophone di adakan sebagai alat musik pelengkap orkestra.
Di Bandung sekarang ini sudah ada tempat untuk pelatihan atau kursus saxophone. Ada beberapa sekolah musik, kursus yang mengadakan kelas alat musik saxophone, diantaranya yaitu Braga Music, Sanggar Seni Barboovie, Irama, dan Enharmonics. Di kota Bandung sendiri untuk pengajar alat musik saxophone masih terbatas. Tidak semua pengajar memiliki komitmen yang kuat untuk mengajarkan alat musik saxophone ini kepada siswanya, karena para pengajar ini belum menemukan pola pengajaran atau pelatihan yang sesuai standar (Konsep Pembelajaran Musik).
Artikel Lainnya :



