Studi Menemukan Pengobatan Standar Untuk Virus Sars Covid 19
Studi Menemukan Pengobatan Standar Untuk Virus Sars Covid 19 yang Mengandung Antibiotik Para peneliti menyimpulkan bahwa ada hubungan yang konsisten dan berkelanjutan antara vaksin Sars dan terjadinya ensefalopati, suatu kondisi yang mengancam jiwa yang ditandai dengan hilangnya memori, konsentrasi, dan perhatian. Virus yang menyebabkan Sars, serta sejumlah virus lain yang mempengaruhi inang manusia, tampaknya melintasi plasenta sebelum mencapai jalan lahir di mana ia mencegah transmisi protein antivirus yang penting. Ketika antibodi berkembang setelah dibuat di sumsum tulang, mereka menyerang virus, dan jika berhasil, mereka menghancurkan semua protein penangkal virus. Proses ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti ensefalopati, suatu kondisi yang ditandai dengan penurunan fungsi mental, kemampuan berpikir, kelancaran berbicara, dan kehilangan memori. Namun, para peneliti menemukan bahwa virus juga dapat menyebabkan komplikasi neurologis yang serius pada bayi yang sedang berkembang. Penelitian ini melibatkan orang dewasa yang didiagnosis dengan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) yang tidak berpengaruh. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: satu orang yang tidak pernah mengalami Sars atau yang hanya memiliki satu atau dua episode ensefalopati; dan yang kedua dari orang-orang yang menderita setidaknya satu episode ensefalopati dan karena itu mewakili kelompok risiko yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virus memang mampu melewati plasenta dan mempengaruhi sistem saraf pusat, di mana kemudian menyebabkan berbagai komplikasi neurologis yang serius. Penelitian ini dilakukan oleh tim internasional di bawah arahan Profesor George A. Kovacich, Direktur Viral Immunodeficiency Institute of Columbia University School of Medicine. Itu didanai oleh hibah dari National Institutes of Health. Diduga virus tersebut berasal dari negara Afrika yang berhasil didatangkan ke dunia Barat melalui impor sampah, khususnya tulang ayam. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk menunjukkan bahwa virus tersebut berpotensi masuk ke human immunodeficiency virus dan mempengaruhi kode genetiknya.
Artikel lainnya
https://kepegawaian.uma.ac.id/dosen-uma-menandatangani-kontrak-penelitian-dan-pengabdian-kepada-masyarakat-diya-uma-tahun-2021/



