Studi Psikologi Anak
Studi Psikologi Anak Psikologi anak adalah studi tentang mengapa dan bagaimana manusia berkembang selama hidupnya. Awalnya tertarik pada anak-anak dan bayi, subjek sekarang telah diperluas untuk mencakup masa remaja, dewasa, penuaan, dan bahkan umur. Memahami proses perkembangan membantu peneliti lebih memahami pikiran dan proses belajar dari semua berbagai periode dalam perkembangan manusia. Namun, psikologi anaklah yang memberikan wawasan paling penting tentang sifat dan struktur pikiran manusia dan proses yang terjadi di dalamnya. Psikolog anak berpendapat bahwa ada tiga teori utama psikologi anak: faktor kognitif, perkembangan, dan lingkungan. Teori kognitif mencoba menjelaskan bagaimana anak memproses informasi dan belajar dari pengalaman. Mereka termasuk pembelajaran sosial, pembelajaran verbal, memori, dan keterampilan penalaran. Teori perkembangan lebih banyak berurusan dengan bagaimana anak-anak beradaptasi dengan lingkungan mereka dan bagaimana mereka menjadi kompeten secara emosional dan sosial. Teori-teori ini mencakup perbedaan individu di antara anggota keluarga. Ada perdebatan antara psikolog tentang mana dari ketiga teori ini yang benar. Namun, sebagian besar setuju bahwa setidaknya satu dari mereka benar dan saat ini sedang melakukan penelitian yang mendukung setiap teori. Ketidaksepakatan utama adalah tentang teori mana yang penting untuk psikologi anak dan teori mana yang penting untuk studi psikologis anak kecil. Artikel ini secara singkat mengulas beberapa teori kunci di bidang psikologi anak. Kemiskinan dan kekerasan pada masa kanak-kanak dapat berdampak besar pada perkembangan anak. Oleh karena itu, peneliti sering menguji anak-anak untuk melihat apakah mereka memiliki kemampuan belajar, keterampilan sosial, dan kemampuan kognitif yang buruk di usia muda. Kemiskinan anak dapat menyebabkan berbagai masalah termasuk harga diri rendah, prestasi akademik yang buruk, penyalahgunaan zat, kehamilan remaja, kenakalan, kekerasan, dan perilaku kriminal. Di sisi lain, kekerasan pada masa kanak-kanak dapat berdampak buruk pada perkembangan keterampilan emosional, fisik, dan kognitif anak. Perilaku kasar dapat mengganggu kemampuan anak untuk mengembangkan harga diri yang positif, kepercayaan diri, dan mekanisme koping untuk situasi yang berhubungan dengan stres.
Artikel lainnya
https://kepegawaian.uma.ac.id/rekap-kehadiran-buka-puasa-bersama-rektorat/



