Jenis Jenis Landasan Teori dalam penelitian
Teori dalam penelitian kuantitatif
Sebelum membahas teori kuantitatif, peneliti perlu memahami variabel-variabel dan jenis-jenisnya yang akan digunakan dalam membangun teori. Variabel penelitian merujuk pada karakteristik atau atribut seoarng individu atau suatu organisasi yang dapat diukur atau diobservasi.
Jenis-jenis variabel yang biasanya digunakan dalam penelitian antara lain sebagai berikut;
- Variabel bebas atau independen
- Variabel terikat atau dependen
- Variabel intervening atau mediating
- Variabel moderating
- Variabel kontrol
- Variabel counfounding atau spurious.
Teori dalam penelitian kuantitatif (theory in quantitative research) merupakan seperangkat gagasan konstrak (atau variabel) yang saling berhubungan, yang berasosiasi dengan proposisi atau hipotesis yang memerinci hubungan antarvariabel (biasanya dalam konteks magnitude atau direction).
Suatu teori dalam penelitian bisa saja berfungsi sebagai argumentasi, pembahasan, atau alasan. Teori biasanya membantu menjelaskan (atau memprediksi) fenoena yang muncul di dunia.
Lebovitz dan Hagedorn (1971) dalam Creswell (2016) menambahkan definsi teori dengan gagasan tentang theoretical rationale, yang dimaknai sebagai “usaha mengetahui bagaimana dan menagapa variabel-variabel dan pernyataan-pernyataan relasional saling berhubungan satu sama lain”.
Dalam proposal penelitian kuantitatif, peneliti dapat menegaskan teorinya dalam berbagai bentuk:
- Peneliti menegaskan teori dalam bentuk pernyataan hipotesis-hipotesisi yang saling berhubungan. Misalnya semakion tinggi pangkat seseorang, semakin kuat sentralitasnya.
- Peneliti menyatakan teroi dalm bentuk pernyataan “jika-maka” yang menunjukkan mengapa seseorang harus berharap variabel bebas dapat mempengaruhi variabel terikat.
- Peneliti menyajikan teori dalam bentuk visual. Bentuk visual ini penting untuk menerjemahkan variabel-variabel ke dalam gambar visual.
Teori dalam penelitian kualitatif
Para peneliti kualitatif menggunakan teori dalam penelitian untuk tujuan-tujuan yang berbeda:
- Dalam penelitian kualitatif, teori seringkali digunakan sebagai penjelasan atas perilaku dan sikap tertentu. Teori ini bisa jadi sempurna dengan adanya variabel, konstrak, dan hipotesis penelitian.
- Para peneliti kualitatif seringkali menggunakan perspektif teoritis sebagai panduan umum untuk meneliti gender, kelas, dan ras (atau masalah lain mengenai kelompok marginal).
- Dalam penelitian kualitatif, teori serinkali digunakan sebagai poin akhir penelitian. Dengan menjadikan teori sebagi poin kahir penelitian, berarti peneliti menerapkan proses penelitiannya secara induktif yang berlangsung dari data, lalu ke tema-tema umum, kemudian menuju teori atau model tertentu.
- Beberpa penelitian kualitatif tidak menggunakan teori yang terlalu eksplisit. Kasus ini bisa saja terjadi disebabkan 2 hal:
- 1) Karena tidak ada satu pun penelitian kualitatif yang dilakukan dengan observasi yang “benar-benar umum”
- 2) Karena struktur konseptual sebelumnya yang disusun dari teori dan metode tertentu telah memberikan starting point bagi keseluruhan observasi (Schwandt, 1993 dalm Creswell, 2016).
Teori dalam penelitian metode campuran
Teori dalam penelitian metode campuran dapat diterapkan secara deduktif, seperti dengan pengujian atau verifikasi teori kuantitatif atau secara induktif, seperti dengan pemunculan teori atau pola kuantitatif. Selain itu, ada beberapa cara unik yang memasukkan sebuah teori ke dalam penelitian metode campuran dimana peneliti mengumpulkan, menganalisis, dan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif menggunakan rancangan metode campuran yang berbeda.
Kerangka kerja ini menggunakan 2 bentuk, yang keduanya muncul dalam literatur metode campuran selama lebih dari 5-10 tahun belakangan ini.
- Menggunakan kerangka kerja ilmu sosial
Teori ilmu sosial dapat menjadi kerangka kerja yang menyeluruh untuk penelitian metode campuran. Teori ilmu pengetahuan sosial dapat diambil dari beragam teori yang dijumpai dalm ilmu sosial seperti kepemimpinan, ekonomi, ilmu politik, pemasaran, perubahan perilaku, adopsi atau difusi teori-teori ilmu sosial apapun.
- Menggunakan kerangka kerja transformatif
Penggunaan dan akseptabilitas teori-teori transformatif dalam penelitian metode campuran semakin banyak berkembang dalam dekade terakhir ini.
Dorongan ini berasal dari karya Mertens (2003, 2009) dalam Creswell (2016), yang tidak hanya menyampaikan tujaun utama teori ini tapi juga bagiaman tujuan ini digunakan menjadi proses penelitian umum dan metode campuran.
artikel lain:



