
UMA Gelar Pengajian Bulanan, Angkat Tema Qurban dan Haji untuk Penguatan Ikhtiar Menuju Peningkatan Mahasiswa Baru
Universitas Medan Area (UMA) kembali menggelar Pengajian Bulanan Civitas Akademika. Acara ini berlangsung pada Sabtu pagi di Masjid At-Taqwa, Kampus I UMA.
Pengajian kali ini mengusung tema: “Ibadah Qurban dan Haji: Penguatan Ikhtiar dan Munajat kepada Allah Swt dalam Peningkatan Pertambahan Mahasiswa pada Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2025/2026.”
Sebagai narasumber utama, Ustadz H. M. Bambang Irawan Hutasuhut, S.Ag., M.H. menyampaikan tausiyah kepada seluruh peserta. Ia membahas makna spiritual dari qurban dan haji. Ia juga mengaitkan keduanya dengan upaya meningkatkan kebersamaan dan harapan untuk bertambahnya jumlah mahasiswa UMA.

Dalam ceramahnya, Ustadz Bambang menegaskan bahwa qurban bukan hanya soal menyembelih hewan. Ia menyatakan bahwa qurban juga bermakna menyembelih ego, hawa nafsu, dan rasa malas dalam menyampaikan kebaikan.
Ia melanjutkan bahwa ibadah haji mencerminkan kepatuhan total kepada Allah. Kepatuhan ini, menurutnya, harus menginspirasi civitas akademika dalam menyambut tahun ajaran baru dengan hati bersih dan niat tulus.
Sebagai penguat pesan spiritual, Ustadz Bambang membawakan kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS. Ia mengisahkan saat Nabi Ibrahim mendapat perintah dalam mimpi untuk menyembelih Ismail. Putranya pun merespons dengan penuh keimanan.
“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. As-Saffat: 102)
Keteladanan Ismail AS menginspirasi civitas akademika UMA. Mereka diajak untuk tetap teguh dalam pengabdian dan perjuangan. Termasuk dalam mendukung berbagai program kampus.
Selanjutnya, Ketua BKM Masjid At-Taqwa UMA, Dr. Zainun, MA, menyampaikan apresiasi dalam sambutannya. Ia mengucapkan terima kasih atas semangat civitas akademika yang mengikuti pengajian bulanan ini.

Dr. Zainun menjelaskan rincian pelaksanaan qurban di UMA. Total terdapat 27 ekor hewan qurban, terdiri dari 20 sapi dan 7 kambing. Pascasarjana UMA juga menyumbangkan 1 ekor sapi untuk konsumsi panitia pelaksanaan qurban.
Ia menegaskan bahwa Masjid At-Taqwa memiliki peran penting di lingkungan UMA. Masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah. Ia juga menjadi pusat pembinaan spiritual civitas akademika.
“Mari kita jadikan momen pengajian ini sebagai sarana memperkuat doa dan ikhtiar. Kita berharap agar UMA selalu diberkahi dalam menghadapi tantangan akademik,” ujar Dr. Zainun.
Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Abdul Haris, S.Ag., M.Si., hadir mewakili Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh elemen kampus untuk bersatu dalam doa dan kerja nyata demi kemajuan UMA.

Ia menyampaikan bahwa ikhtiar harus disertai dengan munajat. Ia menyebut seluruh civitas akademika sebagai bagian dari dakwah akademik. Menurutnya, semangat qurban dan haji harus menjadi inspirasi kolektif. Tujuannya adalah menyambut mahasiswa baru yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kuat spiritual.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama. Para peserta memohon kemudahan dan keberkahan untuk UMA, terutama dalam menyambut Tahun Akademik 2025/2026. Kehadiran dosen dan pegawai membuat suasana pengajian terasa penuh hikmah dan semangat kebersamaan.



