
UMA, ITSI, dan Politeknik MBP Kolaborasi Laksanakan Pelatihan Sabun Souvenir di Desa Patumbak I
Universitas Medan Area (UMA), Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), dan Politeknik MBP menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Patumbak I pada Kamis, 15 Mei 2025. Ketiga institusi ini mengusung tema “Sabun Souvenir: Teknologi, Pembuatan, Pengemasan, dan Pemasaran” untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, para dosen dari ketiga institusi menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat secara langsung. Mereka menyampaikan ilmu pengetahuan secara aplikatif agar masyarakat desa memperoleh manfaat nyata. Pelaksanaan kegiatan ini juga mencerminkan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 dan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Untuk mendukung kelancaran pelatihan, UMA menugaskan Healthy Aldriany Prasetyo, STP., MT., Hermansyah, ST., MT., dan Apip Gunaldi, SP., MSc. ITSI mengutus Ir. Rafael Remit Winardi, MP., Siti Aisyah, ST., MSi., dan Muhammad Yusuf Dibisono, SP., MP. Politeknik MBP mengirim Dra. Sinta Diana, M.Hum. untuk berperan aktif dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, enam mahasiswa dari UMA dan ITSI ikut serta sebagai pendamping teknis dan fasilitator. Mereka membantu peserta dalam memahami materi sekaligus mendampingi praktik langsung selama pelatihan berlangsung. Kehadiran mahasiswa menambah energi dan dinamika dalam kegiatan ini.

Selanjutnya, Ir. Rafael Remit Winardi selaku koordinator kegiatan menyampaikan latar belakang pelatihan. Ia menjelaskan bahwa tim dosen ingin memberikan keterampilan praktis yang langsung dapat dimanfaatkan oleh anggota PKK. Ia juga menegaskan pentingnya keterampilan ini sebagai peluang usaha rumahan yang memiliki potensi ekonomi.
Kepala Desa Patumbak I, Irwansyah Lubis, SH., membuka kegiatan secara resmi. Ia datang bersama Ketua Tim Penggerak PKK Desa Patumbak I, Ibu Tuty, untuk menunjukkan dukungan penuh terhadap pelatihan ini.
Setelah pembukaan, tim pelaksana menyampaikan materi secara berurutan. Mereka mengadakan sesi penyuluhan, pelatihan teknis, serta praktik langsung. Para peserta mempelajari cara membuat sabun souvenir, mengemas produk secara menarik, dan memasarkan hasil karya mereka dengan pendekatan sederhana.

Selama praktik, peserta mencoba langsung proses pembuatan sabun. Mereka mencampurkan bahan, mencetak sabun, dan membungkus produk sesuai instruksi yang disampaikan oleh para fasilitator. Tim dosen memastikan semua peserta memahami dan mampu mengulangi proses tersebut secara mandiri.
Menjelang akhir kegiatan, tim dosen memberikan sabun hasil pelatihan kepada seluruh peserta. Hadiah tersebut mencerminkan apresiasi atas semangat dan kesungguhan para peserta selama mengikuti pelatihan.
Sebagai penutup, Irwansyah Lubis menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim dari UMA, ITSI, dan Politeknik MBP. Ia mengakui bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Patumbak I. Ia juga mengajak para akademisi untuk terus berkontribusi melalui kegiatan serupa dengan tema-tema yang relevan untuk pembangunan desa.



