
Workshop Penulisan Proposal DRTPM 2025
Universitas Medan Area (UMA) bersama Biro Publikasi, Jurnal Ilmiah, dan Informasi Digital (BPJIID) terus meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk mendukung upaya ini, UMA menyelenggarakan Workshop Penulisan Proposal DRTPM 2025. Workshop ini mengusung tema “Strategi Penulisan Proposal yang Efektif untuk Meningkatkan Peluang Pendanaan DRTPM 2025” dan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama pada Kamis, 30 Januari 2025, berfokus pada bidang Sains dan Teknologi. Sesi kedua pada Senin, 3 Februari 2025, ditujukan bagi bidang Sosial dan Humaniora.

Pada sesi pertama, UMA menghadirkan Prof. Dr. Ir. Lisnawita, SP, M.Si sebagai narasumber. Ia membahas strategi penyusunan proposal inovatif yang sesuai dengan tren penelitian terkini. Sesi kedua menghadirkan Dr. Marlina, SH, M.Hum. Ia memberikan wawasan mendalam mengenai teknik penyusunan proposal berbasis solusi sosial yang kuat dan aplikatif.
Kepala BPJIID UMA, Dr. Hartono, S.Kom, M.Kom, menekankan pentingnya kolaborasi antara fakultas, pusat studi, dan tim peneliti. Ia menyoroti bahwa aspek teknis penelitian bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan proposal. Kemampuan menyusun narasi yang jelas, terstruktur, dan selaras dengan kebutuhan pendanaan menjadi kunci utama dalam memenangkan hibah penelitian.

Dalam keterangannya, Dr. Hartono menjelaskan bahwa workshop ini bukan sekadar pelatihan biasa. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar UMA untuk meningkatkan kualitas penelitian. “Menulis proposal bukan hanya memenuhi persyaratan administratif. Proposal harus mampu menyampaikan gagasan secara jelas dan menampilkan dampak penelitian secara konkret. Workshop ini melatih dosen agar dapat menghasilkan proposal yang kuat dalam substansi serta kompetitif dalam memperoleh pendanaan dari DRTPM,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa semakin banyak proposal yang berhasil mendapatkan pendanaan, semakin besar pula kontribusi UMA bagi dunia akademik dan masyarakat luas.

Rektor UMA turut memberikan sambutan dan menegaskan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis universitas dalam meningkatkan daya saing riset. “Kami ingin memastikan bahwa dosen dan peneliti di UMA memiliki keterampilan dalam menyusun proposal yang berkualitas serta kompetitif di tingkat nasional. Dengan semakin banyak proposal yang berhasil didanai, posisi UMA dalam bidang riset dan inovasi akan semakin kuat,” ujarnya. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian UMA tahun lalu. Universitas ini berhasil meraih hibah DRTPM terbanyak di Sumatera Utara. “Saya berharap melalui workshop ini, kita dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan jumlah proposal yang mendapatkan pendanaan,” tambahnya.

Workshop ini dihadiri oleh para Dekan, Ketua Program Studi (Ka. Prodi), serta Ketua Pusat Studi di lingkungan UMA. Selama kegiatan, peserta berdiskusi langsung dengan para narasumber. Mereka membahas berbagai aspek penulisan proposal, mulai dari penyusunan latar belakang penelitian, pemilihan metodologi yang tepat, hingga perencanaan anggaran yang realistis.
Dengan terselenggaranya workshop ini, UMA semakin menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas penelitian. Universitas juga mendorong sivitas akademika agar lebih aktif dalam mengajukan proposal pendanaan. Selain itu, UMA berupaya menciptakan budaya riset yang lebih kuat. Diharapkan, melalui pelatihan ini, semakin banyak proposal penelitian dari UMA yang berhasil memperoleh pendanaan DRTPM dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan BPJIID.



