2 Faktor yang Mempengaruhi Komitmen Organisasi
Faktor yang Mempengaruhi Komitmen Organisasi
Komitmen dalam organisasi tentu berbeda-beda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Perbedaan tersebut karena faktor-faktor penyebabnya. Kali ini kita akan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen dalam organisasi.
1. Karakteristik Individu
Karakteristik yang dimaksud kali ini terbagi menjadi dua macam, yakni karakteristik demografi dan karakteristik disposisional. Karakteristik demografi meliputi usia, gender, status pernikahan, tingkat pendidikan, etnis, dan lamanya seseorang bekerja di organisasi. Sedangkan karakteristik disposisional meliputi kepribadian dan nilai yang dijaga oleh anggota organisasi.
Faktor karakteristik disposisional memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap komitmen dalam berorganisasi. Karena kepribadian dan nilai merupakan hal yang mendasar dan menjadi motivasi seseorang dalam bekerja. Ibarat kata, menua itu pasti namun bersikap dewasa itu pilihan.
Organisasi yang mayoritasnya diisi oleh orang-orang yang mengusung nilai-nilai positif seperti jujur, loyal, mau belajar, cekatan, fleksibel, dan sopan, tentunya lebih berpeluang memiliki komitmen organisasi yang tinggi. Nilai-nilai tersebut akan mendominasi organisasi. Dengan demikian, organisasi tersebut diisi oleh orang-orang yang berkomitmen tinggi.
Sebaliknya, organisasi yang mayoritasnya diisi oleh orang-orang malas, tidak jujur, oportunis, tidak mau berkembang, kaku, dan tidak sopan akan menghasilkan lingkungan yang negatif. Atmosfer tersebut akan mendominasi organisasi. Akhirnya organisasi tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang berkomitmen organisasi yang rendah.
2. Karakteristik Organisasi
Karakteristik organisasi menjadi faktor penting yang mempengaruhi komitmen dalam organisasi. Hal-hal yang termasuk di dalam karakter organisasi adalah visi, misi, tujuan, struktur organisasi, desain kebijakan, dan sosialisasi kebijakan. Karakter-karakter ini membentuk orang-orang di dalamnya sehingga mempengaruhi bagaimana komitmen mereka terhadap organisasi mereka.
Visi, misi, dan tujuan yang selaras antara anggota dengan organisasi membentuk komitmen organisasi yang kuat dan mendalam. Semakin kuat komitmen di dalam organisasi, semakin positif pengaruhnya terhadap jalannya organisasi. Oleh karena itu, menyelaraskan visi, misi, dan tujuan merupakan langkah yang penting untuk dilakukan secara terus-menerus.
Tiga poin di atas tidak cukup untuk menumbuhkan komitmen dalam organisasi tanpa disertai kebijakan yang bijaksana. Tujuan yang baik tidak cukup hanya menjadi tujuan semata. Tujuan yang baik perlu diwujudkan melalui kebijakan yang dijalankan dengan bijaksana juga
Artikel lain :
.



