Dimensi Komitmen Organisasi Menurut Allen dan Mayer
Dimensi Komitmen Organisasi
Komitmen organisasi memiliki beberapa dimensi yang berbeda. Masing-masing dimensi memiliki penjelasan yang beragam. Berikut ini adalah dimensi komitmen organisasi yang perlu Anda ketahui. Menurut Allen dan Mayermembagi komitmen organisasi ke dalam tiga bentuk dimensi, yaitu:
a. Affective Commitment (Komitmen Afeksi)
Komitmen ini berpedoman pada hubungan emosional antara anggota dengan organisasi. Para anggota memiliki keinginan yang kuat untuk terus bekerja dalam naungan organisasi karena mereka memiliki tujuan dan nilai yang selaras. Orang-orang yang memiliki komitmen afeksi yang tinggi ingin tetap berada di sana sehingga dia mendukung penuh tujuan organisasi dan berupaya untuk ikut berperan dalam kemajuan organisasi.
Komitmen jenis ini mengandalkan rasa cinta terhadap organisasi. Keinginan bertahan muncul dari dalam hati mereka sendiri. Tidak ada paksaan agar bertahan.
b. Continuance Commitment (Komitmen Berkelanjutan)
Komitmen ini mendorong seseorang untuk bertahan di dalam organisasi karena adanya analisa untung atau rugi yang didapatkannya. Nilai ekonomi yang dirasa menguntungkan akan mendorong karyawan tetap berada di organisasi tersebut dibanding meninggalkannya. Pada umumnya, semakin lama seseorang bekerja di suatu organisasi, semakin besar ketakutan akan kehilangan apa yang telah diinvestasikan selama ini.
Komitmen ini membuat seseorang untuk berpikir ulang jika ingin meninggalkan organisasi. Pergi dari organisasi akan menjadikan beban hidup semakin berat karena pertimbangan biaya. Ditambah investasi berupa partisipasi dalam kemajuan organisasi akan hilang begitu saja jika ia keluar dari organisasi.
c. Normative Commitment (Komitmen Normatif)
Seseorang memiliki komitmen ini karena dibebani kewajiban untuk tetap berada di organisasi karena adanya tekanan dari pihak lain. Karyawan yang tingkat komitmen normatifnya tinggi sangat memperhatikan apa kata orang lain tentang diri mereka. Ia tidak ingin mengecewakan atasannya dan takut jika rekan kerjanya berpikiran buruk karena pengunduran dirinya.
Secara umum, riset mengenai karyawan dengan komitmen afektif yang kuat memutuskan tetap bertahan karena keinginan mereka sendiri. Sementara karyawan dengan komitmen berkelanjutan yang tinggi, memilih bertahan karena mereka harus tinggal bersama di sana.
artikel lain :



