Ciri-Ciri Koordinasi
Ciri-Ciri Koordinasi
Supaya bisa lebih jelas membedakan mana yang dikatakan coordination dan mana yang tidak, berikut adalah ciri-ciri coordination yang bisa kamu pelajari.
1. Adanya integrasi seluruh pekerjaan tim
Kamu akan melihat bagaimana setiap orang bekerja untuk menyelesaikan satu tugas besar bersama. Jadi, tugas mereka berhubungan satu sama lain.
Setiap orang bukan mengerjakan tugasnya masing-masing, atau bahkan mengerjakan hal yang sama persis dengan rekan kerjanya.
2. Proses yang berkelanjutan
Koordinasi adalah proses berkelanjutan yang tidak bisa hanya terjadi dalam satu atau dua kali bekerja.
Namun, sifatnya juga fluktuatif. Ada beberapa bagian yang membutuhkan kerja sama, ada juga tugas yang memang mengedepankan kerja independen.
3. Usaha yang disengaja
Koordinasi bukanlah proses natural yang terjadi begitu saja, tetapi dibutuhkan niat dan komitmen yang kuat dari semua orang.
Misalnya, seorang marketing staff ingin meluncurkan campaign secepat mungkin. Namun, task management dari tim kreatif belum siap, sehingga campaign tidak bisa dijalankan tepat waktu.
Jadi, kerja sama antara tim marketing dan kreatif bukan merupakan proses natural tetapi diperlukan adanya kesatuan yang hanya bisa terjadi melalui coordination.
4. Menciptakan kesatuan kerja
Yang dimaksud dengan kesatuan kerja adalah semua tugas yang berbeda-beda dikerjakan untuk tujuan yang sama.
Kesatuan kerja inilah yang menjadi tujuan dari koordinasi, agar semua divisi atau departemen dapat berjalan beriringan dan tidak bekerja sendiri-sendiri.
5. Melibatkan fungsi kerja yang luas
Biasanya, koordinasi tak hanya dibutuhkan pada dua atau tiga fungsi kerja saja. Pada akhirnya, semua divisi pasti berkaitan untuk menunjang visi dan misi perusahaan.
Tim content perlu berkoordinasi dengan tim desain, lalu harus juga berkoordinasi dengan tim marketing untuk menyesuaikan strategi content marketing, misalnya.
artikel lain :



