Apa Itu Marah dan Anger Management?
Apa Itu Marah dan Anger Management?
Marah merupakan salah satu jenis emosi yang muncul karena adanya gangguan ataupun pertentangan. Sehingga hal tersebut menimbulkan rasa kecewa, kesal, sakit hati, dan frustasi. Seseorang dapat marah kepada orang lain, peristiwa traumatis atau sebuah acara yang tidak sejalan dengan rencana, ataupun marah kepada permasalahan pribadi. Menurut National Health Service, marah itu sama seperti emosi lainnya, yang mana bisa menimbulkan perubahan fisik dan juga psikologi. Ketika seseorang marah, maka akan ada berbagai kemungkinan gejala fisik yang tidak dapat dihindari. Namun, beberapa tindakan, seperti membanting suatu barang ketika sedang marah atau mulai berkelahi, dapat kita hindari. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menerapkan anger management.
Anger management merupakan tindakan untuk belajar dalam mengenali tanda-tanda yang ada di dalam diri ketika seseorang maha dan mengambil sebuah tindakan yang sehat dalam meluapkan emosinya. Dengan kata lain, kita bisa mengartikan bahwa anger management merupakan cara mengendalikan rasa amarah, bukan menahan ataupun mencegah rasa marah itu.
Mengapa Seseorang Perlu Menerapkan Anger Management?
Ketika sedang marah, maka secara alami tubuh akan menanggapi amarah itu secara agresif. Hal tersebut merupakan sebuah bentuk perlawanan dan juga pertahanan diri. Walaupun begitu, kita harus tetap mengingat untuk menghindari tindakan yang terlalu agresif seperti halnya kekerasan fisik. Sebab, hal itu bisa berbahaya untuk orang lain dan juga diri sendiri. Apabila tindakan tersebut terjadi, maka kamu sudah pasti akan menyesal atas apa yang dilakukan. Perasaan menyesal itu dapat membuatmu jadi membenci diri sendiri. Hingga pada akhirnya dapat berdampak buruk untuk kesehatan mental, seperti meningkatnya risiko depresi, tekanan darah tinggi, bahkan juga penyakit jantung.
Jika marah tidak boleh dilakukan dengan tindakan yang agresif, lalu bagaimana seharusnya seseorang menyalurkan emosi tersebut? Seperti yang kita ketahui bahwa kemarahan atau emosi yang tidak diekspresikan dapat menimbulkan masalah baru. Seseorang yang sering memendam emosi mungkin saja akan menjadi pribadi yang lebih pasif-agresif atau memiliki rasa ingin balas dendam terkait hal-hal yang dibenci, lebih sinis, dan juga memicu sebuah permusuhan. Orang-orang yang suka memendam amarah dan menjadi seseorang yang pasif-agresif cenderung sulit untuk menjalin sebuah hubungan yang baik. Semua hal itulah yang membuat kita sangat perlu untuk menerapkan anger management di dalam menghadapi berbagai masalah yang dapat memicu amarah.
SD artikel lain :
Tag:Anger, Anger Management, frustasi., kecewa, kesal, management, sakit hati



