
Dosen FISIP UMA Bekali Siswa SMA 13 Medan dengan Keterampilan Jurnalisme Digital
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Medan Area (UMA) melatih puluhan siswa SMA Negeri 13 Medan dalam bidang jurnalisme era new media. Pelatihan ini menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dipimpin oleh Dr. Dedi Sahputra, MA. Ia didampingi oleh dua anggota tim, yaitu Khairunnisa Lubis, S.Sos., M.I.Pol., dan Khairullah, S.I.Kom., M.I.Kom.

Sebagai bentuk sinergi akademisi dan mahasiswa, pelatihan ini juga melibatkan mahasiswa dari organisasi Pers Bingkai UMA. Mereka membantu memperluas wawasan siswa tentang dinamika jurnalisme digital yang terus berkembang. Para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan praktik lapangan.
Dr. Dedi Sahputra memaparkan secara langsung bagaimana media online, media sosial, dan berbagai platform digital telah mengubah wajah jurnalistik modern. Ia menyoroti bahwa perubahan ini memunculkan tantangan besar sekaligus membuka peluang baru bagi para jurnalis masa kini.
“Era new media menuntut jurnalis agar lebih responsif terhadap teknologi, menjaga integritas etika, dan terus berinovasi,” ungkap Dr. Dedi. Ia menambahkan bahwa teknologi digital memberi ruang luas untuk menjangkau audiens secara langsung dan menciptakan konten yang interaktif serta berdampak besar.
Berpindah ke isu penting lainnya, Dr. Dedi juga menekankan bahwa pelajar SMA perlu memiliki pemahaman kritis dalam menyikapi banjir informasi. Menurutnya, nilai-nilai etika jurnalistik sangat penting di tengah derasnya arus berita di media sosial. “Mereka perlu melihat informasi dari berbagai perspektif, bukan hanya menerima mentah-mentah,” ujarnya dengan tegas.
Sebagai pelengkap teori, para mahasiswa Pers Bingkai UMA memandu sesi praktik jurnalistik dan foto jurnalistik. Mereka membagikan pengalaman dalam mengelola media kampus, sekaligus mengajarkan teknik dasar peliputan dan penulisan berita. Melalui praktik ini, para siswa semakin memahami proses kerja jurnalistik secara langsung.
Dr. Dedi menyatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan aplikasi nyata pembelajaran kampus yang menyentuh langsung masyarakat. Ia mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang telah menunjukkan kreativitas dan kemampuan dalam dunia jurnalistik. “Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah,” harapnya.

Siswa SMA Negeri 13 Medan merespons pelatihan ini dengan antusiasme tinggi. Mereka merasa mendapatkan pengetahuan baru dan termotivasi untuk mengasah keterampilan jurnalistik. Beberapa dari mereka bahkan tertarik untuk bergabung dalam komunitas pers sekolah di masa depan.



