
Dosen UMA Dorong Kewirausahaan Sosial melalui Sosialisasi di Desa Bengkurung, Sibolangit
Universitas Medan Area (UMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada Sabtu, 19 Juli 2025, tim dosen dan mahasiswa dari UMA menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Bengkurung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi Kewirausahaan Sosial” ini melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa lintas program studi, yaitu dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Agribisnis Fakultas Pertanian UMA. Mereka menyatukan ide dan semangat untuk mengenalkan konsep kewirausahaan sosial secara langsung kepada masyarakat desa.
Mendorong Pemuda dan UMKM Mengembangkan Usaha Berdampak Sosial
Tim pengabdian mengarahkan kegiatan ini kepada pemuda, pelaku UMKM, dan perangkat desa. Mereka memberikan edukasi tentang konsep kewirausahaan sosial yang menggabungkan tujuan ekonomi dan sosial. Melalui pendekatan ini, peserta diajak untuk menciptakan usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan sosial dan menjaga kelestarian lingkungan.
Ibu Siti Sabrina Salqaura, SP., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi kampus dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Senada dengan itu, Ibu Marizha Nurcahyani, S.ST., M.Sc., juga menyatakan dukungannya atas keberlangsungan program.
Mengedukasi melalui Diskusi dan Studi Kasus
Selanjutnya, narasumber utama, Dr. Siti Alhamra Salqaura, SE., M.Si., menekankan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa kewirausahaan tidak semata-mata soal keuntungan. Ia menjelaskan bahwa inovasi sosial harus menjadi landasan utama dalam membangun usaha. “Kita ingin menanamkan pemahaman bahwa usaha harus mampu menjawab persoalan sosial yang ada di sekitar, bukan hanya mencari profit,” tegasnya.
Para peserta mengikuti serangkaian materi yang mencakup pengenalan dasar kewirausahaan sosial, studi kasus pelaku usaha sosial di Indonesia, serta strategi mengidentifikasi masalah lokal sebagai peluang usaha. Selain itu, fasilitator mengajak peserta berdiskusi dan merancang gagasan usaha yang sesuai dengan kondisi sosial serta potensi ekonomi desa.
Respons Positif dan Komitmen Tindak Lanjut
Sepanjang kegiatan, antusiasme peserta terlihat jelas. Seorang anggota kelompok tani mengungkapkan kesan positifnya. Ia merasa lebih memahami pentingnya kewirausahaan sosial dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.
Untuk mengakhiri kegiatan, panitia menggelar sesi dokumentasi dan menyerahkan cendera mata sebagai bentuk apresiasi. Tim pengabdian juga menyampaikan komitmennya untuk mendampingi pengembangan ide-ide usaha sosial yang potensial di masa depan.

Dengan kegiatan ini, UMA berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan sosial yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Desa Bengkurung. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal.



