
Integrasi Sistem Perguruan Tinggi: Masalah yang Timbul Ketika Sistem Tidak Terintegrasi
Kebanyakan perguruan tinggi saat ini selalu mengikuti perkembangan teknologi terkini. Munculnya teknologi canggih akan membawa banyak perubahan signifikan, membawa manfaat seperti berkurangnya kompleksitas, lebih sedikit waktu, lebih sedikit kertas, dan lebih sedikit penggunaan uang tunai. Untuk itu pentingnya integrasi sistem dalam perguruan tinggi.
Terlihat penerapan sistem informasi menjadi salah satu fokus kerja sebuah perguruan tinggi. Namun masih banyak perguruan tinggi yang belum menyadari bahwa pemanfaatan teknologi tersebut harus disertakan dengan integrasi antar sistem.
Mengapa integrasi sistem aplikasi begitu penting?
Mengapa integrasi antar sistem aplikasi begitu penting bagi perguruan tinggi? Hal ini dapat memberikan kemudahan dan memaksimalkan fasilitas pada perguruan tinggi guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada mahasiswa. Tidak dapat disangkal bahwa penggunaan cara manual dapat menyebabkan redundansi data.
Informasi atau data yang disimpan pada masing-masing jurusan di perguruan tinggi kemungkinan besar rata-rata sama. Sehingga hal ini membuat kinerja perguruan tinggi kurang maksimal.
Masalah Yang Timbul Ketika Sistem Tidak Terintegrasi Satu Sama Lain
1. Duplikasi Data
Jika sistem informasi masih dikembangkan secara manual, duplikasi data pasti akan terjadi. Jadi ketika Anda memasukkan data yang sama ke beberapa aplikasi berbeda, secara efektif terjadi duplikasi data. Beberapa kelemahan duplikasi data termasuk pemborosan ruang penyimpanan data dan ketidakkonsistenan data.
Dengan sistem yang terintegrasi tentu terhindar dari kerugian akibat duplikasi data karena semua sistem mengacu pada database yang sama.
2. Sulit Untuk Berbagi data
Jika sistem informasinya memiliki database yang terpisah, berarti Anda perlu memasukkan data yang sama ke dalam database yang berbeda, sedangkan jika kampus Anda sudah memiliki sistem yang terintegrasi, maka Anda hanya perlu memasukkan data tersebut satu kali saja ke dalam database.
Pada dasarnya, integrasi adalah upaya untuk menyatukan berbagai sistem dalam proses manajemen yang independen dan saling terkait. Tujuannya adalah untuk memudahkan proses pengambilan data pada setiap sistem. Oleh karena itu, database dapat digunakan oleh banyak aplikasi.
3. Sulitnya Proses Manajemen
Jika sistem informasi di perguruan tinggi belum terintegrasi satu sama lain, maka data yang dijadikan acuan tidak akan sama, yakni tidak menjadi satu database. Oleh karena itu, aktivitas pengolahan dan arus informasi akan tergolong lama dikarenakan sistem tersebut belum terintegrasi.
4. Sulitnya Pemeliharaan Data
Kegiatan pemeliharaan data merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan dengan kebutuhan perguruan tinggi dan menyempurnakan data. Namun, jika data pada perguruan tinggi tidak terintegrasi antar sistem, maka akan sulit bagi administrator perguruan tinggi untuk menjaga data tersebut. Tidak hanya pemeliharaan data, pengembangan sistem juga menjadi sulit dikarenakan database sistemnya bersifat independen.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah jika sistem pendidikan tinggi tidak terintegrasi satu sama lain, maka informasi akan menjadi tidak berguna. Dalam hal ini teknologi database dapat menyelesaikan permasalahan tersebut secara efektif dan baik. untuk lebih meminimalkan segala bentuk kesamaan data. Karena seluruh data informasi telah disimpan dan dikelola secara terpusat.



